Dokter Onkologi di Melaka
Ada 7 dokter onkologi yang praktek di berbagai rumah sakit di Melaka.
Dr. Sanjeev Chandra Joshi
Dokter Onkologi
Sub: Oncology & Radiotherapy
Mahkota Medical Centre
4 review
Dr. Sanjeev Chandra Joshi
Dokter Onkologi
Sub: Oncology & Radiotherapy
Mahkota Medical Centre
4 review
Review Pasien
Le *******eng
15 April 2026
Dr. Sanjeev Chandra Joshi Mahkota Medical Centre
"
Awal dokter Sanjeev ini bilang mama saya harus sinar sama makan obat, Jadi kami tanya dokter apakah blh cuman makan obat aja, Tapi kami kepikiran mama saya sudah tua takut kalau sinar gk tahan, Kmi pikir mana mgkn bolak balik ke Melaka kalau seperti ini"
Asn*****
27 Januari 2025
Dr. Chong Kwang Jeat Mahkota Medical Centre
"Selamat siang Ibu
Alhamdulillah udh selesai, dikasih obat saja dan bulan depan kontrol kembali saran dr dokternya Bu
Terimakasih atas bantuannya ya Bu"
Win*****
15 April 2024
Dr. Chong Kwang Jeat Mahkota Medical Centre
"dokter ingin meminta hasil sample operasi pertama di Indonesia. Alasannya, ingin meyakinkan kembali. Tapi sayangnya kita tidak prepare karena dokter baru minta sample setelah ibu sudah dioperasi pengangkatan payudara di malaka, kenapa tidak info/request di awal sebelum operasi dilakukan?
Jujur kami kecewa dengan pelayanan dr. chong kwang ini, kami sudah jauh2 datang ke malay tapi hanya sebatas konsultasi dan membingungkan pasien"
Ard*******nar
4 Januari 2024
Dr. Hayani Binti Abdul Wahid Mahkota Medical Centre
"Dengan dokter hayani diminta kontrol bulan depan, tgl 1 februari"
Sekilas Info
Dokter spesialis onkologi adalah dokter yang menangani dan merawat pasien kanker. Dokter onkologi adalah dokter yang akan melakukan terapi non-bedah pada pasien-pasien, seperti radioterapi dan kemoterapi.
Di Melaka, biasanya pasien yang konsultasi ke dokter onkologi adalah pasien-pasien yang sudah melakukan biopsi, dan sudah ditegakkan menderita kanker.
Untuk pasien dengan keluhan benjolan tapi belum melakukan biopsi, biasanya akan disarankan untuk konsultasi dulu dengan dokter bedah dan melakukan biopsi.
Jika memang sudah ditegakkan bahwa benjolan tersebut adalah keganasan atau kanker, baru akan disarankan ke dokter onkologi untuk terapi.