Skip to main content

6 Langkah Berobat Ke Singapura Saat Ini (COVID19)

Sebelum COVID19 menyebar luas di seluruh dunia, persiapan untuk pergi berobat ke Singapura cukup sederhana. Saat ini, pasien dengan kasus tertentu tetap pergi berobat, sedangkan pasien yang ingin kontrol atau medical check up belum diperbolehkan.

Hanya saja ada beberapa tahapan dan syarat tambahan yang harus dipenuhi pasien. Berikut detailnya:


Langkah Berobat Saat COVID-19

Secara sederhana, berikut 6 langkah berobat di saat ini:

Pertama, pilih rumah sakit dan dokter spesialis yang ingin Anda temui saat di Singapura nanti.

Silakan hubungi kami untuk mendapatkan rekomendasi dokter yang cocok untuk menangani keluhan Anda.

Dokter yang Anda pilih tadi harus mengevaluasi apakah keluhan/penyakit pasien cukup serius sehingga harus ditangani segera.

Oleh karena itu, mohon kirimkan resume medis pasien terbaru, paspor pasien, dan paspor pendamping ke tim kami untuk diteruskan ke dokter spesialis.

Penting! Sebelum beli tiket, pastikan masa berlaku passport Anda dan pendamping masih lebih dari 6 bulan.

Jika dokter spesialisnya setuju untuk menangani pasiennya, maka dokter akan mengirimkan permohonan ke MOH (Ministry of Health) agar pasien boleh masuk ke Singapura.

Kemudian pihak MOH juga akan mempertimbangkan kasusnya. Jika disetujui, pasien boleh berangkat.

Namun jika dokter spesialis atau MOH tidak menyetujui kasusnya maka pasien tidak diperbolehkan untuk diperbolehkan berangkat.

Proses ini berlangsung selama kurang lebih 3 – 14 hari.

Jika sudah mendapat surat izin dari MOH, untuk menuju Singapura, pasien dapat menggunakan penerbangan komersil.

Ya, langkah ini memang memberatkan bagi banyak pasien. Biaya untuk charter pesawat ke Singapura sekitar Rp 250 – 300 juta Rupiah.

Sebelum berangkat, pasien dan pendamping harus tes PCR. Maksimal 3 hari sebelum keberangkatan.

Begitu sampai di Singapura, pasien dan pendamping akan dijemput oleh ambulan dan diantar menuju rumah sakit untuk tes PCR kedua dan menjalani karantina 3 hari di rumah sakit.

Setelah itu, jika di hari ke 3 hasil swab negatif, pendamping akan karantina mandiri di fasilitas yang sudah disediakan Pemerintah Singapore selama 11 hari.

Jika pasien dirawat inap, pendamping tidak boleh menemani, hanya boleh menjenguk setelah selesai masa karantina.

Biasanya dokter akan menangani pasien setelah masa karantina selesai. Namun, hal ini tergantung kebijakan dokter yang dituju.


Syarat Berobat Saat COVID19

Pasien dewasa hanya boleh ditemani oleh 1 pendamping, termasuk untuk pasien anak-anak.
Pasien dapat menggunakan pesawat komersil.
Melakukan tes PCR: 3 hari sebelum keberangkatan, kedua saat sampai di RS, dan di hari ke-3 di RS
Karantina 3 hari di rumah sakit dilanjutkan karantina 11 hari di SHN facility.
Pasien dan pendamping harus segera kembali ke Indonesia setelah pasien pulih.

Info tambahan lainnya:
Saat ini rata-rata rumah sakit akan meminta deposit sebelum pasien datang.
Pasien diperbolehkan menggunakan pesawat komersil untuk pulang ke Indonesia.


FAQ

Jika pasien sudah mendapat surat izin MOH, pasien dapat menggunakan penerbangan komersil.

Bisa tapi tetap mengikuti prosedur di atas.
Minimal 14 hari. 3 hari pertama di RS. 11 hari berikutnya di SHN facility.
Biaya karantina ditanggung pasien.
Untuk pasien dewasa hanya boleh ditemani oleh 1 orang pendamping.
Untuk pasien anak-anak, juga hanya boleh ditemani oleh 1 pendamping.

Silahkan tinggalkan pertanyaan Anda pada form di bawah ini.

Masukan keluhan yang Anda rasakan pada form berikut. Tim dokter umum kami akan memberikan rekomendasi dokter terbaik di yang dapat menangani keluhan Anda. Terima kasih.