Skip to main content

6 Langkah Berobat ke Malaysia Saat Ini (COVID19) - Okt 2021

Sebelum COVID19 menyebar luas di seluruh dunia, persiapan untuk pergi berobat ke Malaysia cukup sederhana. Saat ini, pasien dengan kasus tertentu tetap bisa pergi berobat, sedangkan pasien yang ingin kontrol atau medical check up belum diperbolehkan.

Hanya saja ada beberapa tahapan dan syarat tambahan yang harus dipenuhi pasien. Berikut detailnya:


Langkah Berobat Saat COVID-19

Secara sederhana, berikut 6 langkah berobat di saat ini:

Pertama, pilih rumah sakit dan dokter spesialis yang ingin Anda temui saat di Malaysia nanti.

Note per Oktober 2021: Hanya ada beberapa rumah sakit yang sudah bisa menerima pasien asal Indonesia, yaitu:

Silakan hubungi kami untuk mendapatkan rekomendasi dokter yang cocok untuk menangani keluhan Anda.

Dokter yang Anda pilih tadi harus mengevaluasi apakah keluhan/penyakit pasien cukup serius sehingga harus ditangani segera.

Oleh karena itu, mohon kirimkan resume medis pasien terbaru, paspor pasien, dan paspor pendamping ke tim kami untuk diteruskan ke dokter spesialis.

Penting! Sebelum beli tiket, pastikan masa berlaku passport Anda dan pendamping masih lebih dari 6 bulan.

Jika dokter spesialisnya setuju untuk menangani pasiennya, maka dokter akan mengirimkan permohonan ke MHTC (Malaysia Healthcare Travel Council) agar pasien boleh masuk ke Malaysia.

Kemudian pihak MHTC juga akan mempertimbangkan kasusnya. Jika disetujui, pasien boleh berangkat.

Namun jika dokter spesialis atau MHTC tidak menyetujui kasusnya maka pasien tidak diperbolehkan untuk berangkat.

Proses ini berlangsung selama kurang lebih 3 - 14 hari.

Ada beberapa opsi transportasi yang diberikan MHTC bagi pasien yang mau datang berobat, yaitu:
Pesawat charter: mendarat di kota tujuan.
Pesawat komersial: mendarat di KLIA/KLIA2. Dilanjutkan dengan ambulans ke RS tujuan.
Kapal ferry charter: berlabuh di Melaka atau Johor.

Per saat ini (Okt 2021), berikut opsi transportasi berdasarkan kota tujuan:

  • Penang: wajib pesawat charter.
  • Melaka: pesawat charter, pesawat komersial, atau ferry charter.
  • Kuala Lumpur (KL): pesawat charter, pesawat komersial, atau ferry charter.
  • Johor Bahru: pesawat charter, pesawat komersial, atau ferry charter.

Berikut biaya kapal ferry charter (hanya ada 2 rute):

  • Dumai-Melaka: harga sekitar Rp 80 juta
  • Batam-Johor: harga sekitar RM 5500-6000

Biaya pesawat charter bervariasi tergantung lokasi keberangkatan dan tujuan.

Sebelum berangkat, pasien dan pendamping harus tes PCR. Maksimal 3 hari sebelum keberangkatan.

Begitu sampai di Malaysia, pasien dan pendamping akan dijemput oleh ambulan dan diantar menuju rumah sakit untuk tes PCR kedua dan menjalani karantina 7 hari di rumah sakit jika pasien dan pendamping sudah vaksin atau 10 hari jika ada yang belum.

Penting: Pasien dan pendamping tidak boleh meninggalkan rumah sakit selama karantina. Makanan akan diantar ke kamar.

Hari ke-5 akan dilakukan tes PCR lagi.

Biasanya dokter akan menangani pasien setelah masa karantina selesai.

Pendamping pasien diperbolehkan untuk tinggal di luar rumah sakit setelah masa karantina selesai sambil menunggu pasien pulih. Tapi, pendamping tidak boleh berwisata.


Syarat Berobat Saat COVID19

Pasien dewasa hanya boleh ditemani oleh 1 pendamping.
Pasien di bawah 12 tahun boleh ditemani 2 orang pendamping.
Pasien boleh menggunakan pesawat komersil, pesawat charter, atau ferry charter.
Melakukan tes PCR: Pertama 3 hari sebelum keberangkatan, kedua saat sampai di RS, dan ketiga di hari ke-5 karantina.
Karantina 7 hari di rumah sakit jika pasien dan pendamping sudah vaksin atau 10 hari jika ada yang belum.
Pasien dan pendamping harus segera kembali ke Indonesia setelah pasien pulih.

Info tambahan lainnya:
Saat ini rata-rata rumah sakit akan meminta deposit sebelum pasien datang.
Pasien diperbolehkan menggunakan pesawat komersil untuk pulang ke Indonesia.


FAQ

Mulai 6 September 2021, pasien boleh ke Malaysia menggunakan pesawat komersil dengan tujuan KLIA atau KLIA2. Harga tiket saat ini sekitar Rp 1,5 - 2 Jutaan.
Khusus Penang, pasien tetap wajib menggunakan pesawat charter.
Semua pasien, baik yang sudah maupun yang belum vaksin, dapat berobat ke Malaysia dengan mengikuti prosedur di atas.
Minimal 7 hari. Karantina dilakukan di RS.
Ya, hingga saat ini (Oktober 2021), pasien dan pendamping tetap wajib karantina selama 7 hari di RS.
Biaya karantina ditanggung pasien.
Untuk pasien dewasa hanya boleh ditemani oleh 1 orang pendamping.
Untuk pasien anak-anak (di bawah 12 tahun), boleh ditemani 2 orang pendamping.

Ditulis pada tanggal 4 Okt 2021
Diperbaharui terakhir pada tanggal 18 Okt 2021.

Silahkan tinggalkan pertanyaan Anda pada form di bawah ini.

Masukan keluhan yang Anda rasakan pada form berikut. Tim dokter umum kami akan memberikan rekomendasi dokter terbaik di yang dapat menangani keluhan Anda. Terima kasih.