Skip to main content

Apa Itu Radioterapi?

Radioterapi adalah pengobatan kanker menggunakan mesin khusus, seperti: mesin Tomoterapi dan LINAC (Linear particle accelerator).

Pengobatan radioterapi dikenal juga dengan sebutan radiasi, laser, ataupun sinar. Semua penyebutan tersebut benar dan merujuk pada hal yang sama, yaitu radioterapi.

Pada prinsipnya, teknologi terapi ini mirip dengan rontgen. Perbedaannya adalah energi sinar digunakan dapat membunuh sel-sel kanker.

Beberapa jenis kanker perlu diobati dengan menggunakan radioterapi karena tidak dapat dilakukan pembedahan untuk mengangkat sel kanker atau tumor ganas. Contohnya:

  • Kanker hidung/nasofaring. Ini adalah jenis kanker yang berkembang di bagian atas tenggorokan. Gejalanya sendiri beragam, seperti hidung tersumbat, mimisan, sering sakit kepala, dan sulit bernafas.
  • Kanker serviks. Jenis kanker yang menyerang leher rahim ini belum diketahui penyebabnya secara pasti tetapi sejumlah penelitian menyebutkan bahwa ada kaitan erat dengan infeksi HIV. Untuk stadium 2B ke atas, perlu dilakukan perawatan sinar (radiasi) karena tidak bisa dioperasi.

Untuk sebagian jenis kanker lainnya, walaupun sudah diangkat melalui operasi atau pembedahan, tetap memerlukan perawatan laser ini.

Pengobatan lanjutan kanker setelah operasi akan ditentukan oleh dokter onkologi dengan mengacu hasil pemeriksaan terbaru.

Contohnya pengobatan kanker yang perlu dilanjutkan dengan radioterapi adalah:

  1. Kanker payudara. Berada di urutan pertama dalam kasus kanker terbanyak di Indonesia, membuat jenis kanker ini ditakuti oleh wanita. Kanker yang tumbuh di jaringan payudara ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti berat badan berlebih, kebiasaan merokok, dan menstruasi dini.
  2. Kanker prostat. Sebagian besar penderita kanker ini adalah pria dengan usia di atas 65 tahun. Salah satu gejala yang dialami penderitanya adalah kesulitan untuk buang air kecil dan timbul rasa nyeri.
  3. Kanker rektum. Beberapa faktor resiko yang memicu terjadinya kanker yang berkembang di saluran akhir usus besar ini adalah usia, jenis kelamin, obesitas, dan kebiasaan buruk, seperti merokok dan minum alkohol.

Ditulis pada 2 Sep 2021.



Artikel Kesehatan Lainnya:

Baca juga artikel-artikel kesehatan lainnya oleh Dr. Hayani, dokter spesialis onkologi di Mahkota Medical Centre:

Efek Samping Radioterapi

Kulit kemerahan, capek, perut kembung, mual, diare, sariawan merupakan efek samping yang muncul setelah radioterapi. Bagaimana cara meminimalisirnya?

Prosedur Radioterapi

Radioterapi merupakan salah satu cara mengobati kanker. Apa prosedurnya dan berapa kali terapi ini perlu dilakukan?

Efek Samping Kemoterapi

Mual, rambut rontok, capek, diare merupakan efek samping yang muncul setelah kemoterapi. Bagaimana cara meminimalisirnya?

Apa Itu Kemoterapi?

Kemoterapi adalah salah satu cara pengobatan kanker. Bagaimana bentuk pengobatannya?

Silahkan tinggalkan pertanyaan Anda pada form di bawah ini.

Masukan keluhan yang Anda rasakan pada form berikut. Tim dokter umum kami akan memberikan rekomendasi dokter terbaik di yang dapat menangani keluhan Anda. Terima kasih.