Skip to main content

6 Langkah Berobat ke Kuala Lumpur Saat Ini (COVID19) - Sept 2021

Sebelum COVID19 menyebar luas di seluruh dunia, persiapan untuk pergi berobat ke Kuala Lumpur cukup sederhana. Saat ini, pasien dengan kasus tertentu tetap bisa pergi berobat, sedangkan pasien yang ingin kontrol atau medical check up belum diperbolehkan.

Hanya saja ada beberapa tahapan dan syarat tambahan yang harus dipenuhi pasien. Berikut detailnya:


Langkah Berobat Saat COVID-19

Secara sederhana, berikut 6 langkah berobat di saat ini:

Pertama, pilih rumah sakit dan dokter spesialis yang ingin Anda temui saat di KL nanti.

Note per September 2021: Hanya ada 4 rumah sakit yang sudah bisa menerima pasien asal Indonesia, yaitu Sunway Medical Centre, Gleneagles Kuala Lumpur, Pantai Hospital Kuala Lumpur dan Institut Jantung Negara.

Silakan hubungi kami untuk mendapatkan rekomendasi dokter yang cocok untuk menangani keluhan Anda.

Dokter yang Anda pilih tadi harus mengevaluasi apakah keluhan/penyakit pasien cukup serius sehingga harus ditangani segera.

Oleh karena itu, mohon kirimkan resume medis pasien terbaru, paspor pasien, dan paspor pendamping ke tim kami untuk diteruskan ke dokter spesialis.

Penting! Sebelum beli tiket, pastikan masa berlaku passport Anda dan pendamping masih lebih dari 6 bulan.

Jika dokter spesialisnya setuju untuk menangani pasiennya, maka dokter akan mengirimkan permohonan ke MHTC (Malaysia Healthcare Travel Council) agar pasien boleh masuk ke Kuala Lumpur.

Kemudian pihak MHTC juga akan mempertimbangkan kasusnya. Jika disetujui, pasien boleh berangkat.

Namun jika dokter spesialis atau MHTC tidak menyetujui kasusnya maka pasien tidak diperbolehkan untuk diperbolehkan berangkat.

Proses ini berlangsung selama kurang lebih 3 – 14 hari.

Ada 2 opsi transportasi yang diberikan MHTC bagi pasien yang mau datang berobat, naik pesawat atau kapal ferry charter.

Untuk menuju Kuala Lumpur, pasien dapat memilih salah satu dari opsi yang tersedia.

KABAR BAIK: Mulai 6 September 2021, pasien boleh ke Kuala Lumpur menggunakan pesawat komersil. Harga tiket saat ini sekitar Rp 1,5 – 2 Jutaan.

Namun bagi pasien yang mau menggunakan kapal ferry, hingga saat ini pasien tetap harus charter (sewa). Opsi ini cukup memberatkan pasien karena biaya charter kapal ferry lebih mahal:
Dumai-Melaka, harga sekitar Rp 80 juta.
Batam-Johor, harga sekitar RM 5500-6000.
Setelah itu pasien dan pendamping melanjutkan perjalanan ke RS yang dituju di KL dengan menggunakan ambulans.

Sebelum berangkat, pasien dan pendamping harus tes PCR. Maksimal 3 hari sebelum keberangkatan.

Begitu sampai di Kuala Lumpur, pasien dan pendamping akan dijemput oleh ambulan dan diantar menuju rumah sakit untuk tes PCR kedua dan menjalani karantina 14 hari di rumah sakit.

Penting: Pasien dan pendamping tidak boleh meninggalkan rumah sakit selama karantina. Makanan akan di antar ke kamar.

Hari ke-14 akan dilakukan tes PCR lagi.

Biasanya dokter akan menangani pasien setelah masa karantina selesai.

Pendamping pasien diperbolehkan untuk tinggal di luar rumah sakit setelah masa karantina selesai sambil menunggu pasien pulih. Tapi, pendamping tidak boleh berwisata.


Syarat Berobat Saat COVID19

Pasien dewasa hanya boleh ditemani oleh 1 pendamping.
Pasien di bawah 12 tahun boleh ditemani 2 orang pendamping.
Pasien boleh menggunakan pesawat komersil atau ferry charter.
Melakukan tes PCR: Pertama 3 hari sebelum keberangkatan, kedua saat sampai di RS, dan ketiga di hari terakhir karantina.
Karantina 14 hari di rumah sakit
Pasien dan pendamping harus segera kembali ke Indonesia setelah pasien pulih.

Info tambahan lainnya:
Saat ini rata-rata rumah sakit akan meminta deposit sebelum pasien datang.
Pasien diperbolehkan menggunakan pesawat komersil untuk pulang ke Indonesia.


FAQ

Mulai 6 September 2021, pasien boleh ke Kuala Lumpur menggunakan pesawat komersil. Harga tiket saat ini sekitar Rp 1,5 – 2 Jutaan.
Semua pasien, baik yang sudah maupun yang belum vaksin, dapat berobat ke Kuala Lumpur dengan mengikuti prosedur di atas.
Minimal 14 hari. Karantina dilakukan di RS.
Ya, hingga saat ini (September 2021), pasien dan pendamping tetap wajib karantina selama 14 hari di RS.
Biaya karantina ditanggung pasien.
Untuk pasien dewasa hanya boleh ditemani oleh 1 orang pendamping.
Untuk pasien anak-anak (di bawah 12 tahun), boleh ditemani 2 orang pendamping.

Silahkan tinggalkan pertanyaan Anda pada form di bawah ini.

Masukan keluhan yang Anda rasakan pada form berikut. Tim dokter umum kami akan memberikan rekomendasi dokter terbaik di yang dapat menangani keluhan Anda. Terima kasih.